Listeriosis

​Listeria adalah penyakit yang biasanya disebabkan oleh mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes. Listeriosis adalah penyakit serius jika terjadi pada wanita hamil dan orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah. Infeksi penyakit ini diobati dengan antibiotik.

Last updated: 18 December 2025
Download

Apa itu Listeriosis?

Listeriosis adalah penyakit langka yang disebabkan oleh mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes. Bakteri Listeria lazim ditemukan di lingkungan sekitar kita dan beberapa jenis makanan mentah. Mengonsumsi makanan yang mengandung bakteri Listeria tidak selalu menyebabkan penyakit pada sebagian besar orang. Biasanya 20 hingga 30 kasus listeriosis dilaporkan setiap tahun di NSW. Meskipun listeriosis jarang terjadi, angka kematiannya tinggi.

Apa saja gejalanya?

Masa inkubasi (antara infeksi dan gejala) dapat bervariasi dari tiga hingga 70 hari tetapi rata-rata sekitar tiga minggu. Infeksi dapat menyebabkan septikemia (keracunan darah) dan meningitis (radang otak). Infeksi selama kehamilan dapat mengakibatkan keguguran, lahir mati, dan infeksi pada bayi baru lahir.

Gejalanya meliputi: demam, nyeri otot, dan terkadang gejala gastrointestinal seperti mual dan diare. Pada kondisi yang lebih parah, gejalanya juga meliputi pingsan dan syok. Jika infeksi menyebar ke sistem saraf pusat, gejala seperti sakit kepala, leher kaku, kebingungan, kehilangan keseimbangan, kejang dan koma dapat terjadi. Sekitar sepertiga dari pasien dapat meninggal.

Bagaimana cara penyebarannya?

Listeria tersebar luas di alam, karena lazim dibawa oleh banyak spesies hewan peliharaan dan hewan liar. Daging mentah, susu yang tidak dipasteurisasi, buah dan sayur mentah dapat terkontaminasi bakteri ini.

Orang yang berisiko dapat tertular listeriosis karena mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri Listeria. Bayi dapat lahir dengan listeriosis jika ibunya mengonsumsi makanan yang terkontaminasi selama kehamilan. Wabah penyakit ini telah dikaitkan dengan susu mentah, keju lunak, salad siap saji (misalnya, dari bar salad), sayuran mentah yang tidak dicuci, paté (sejenis makanan), ayam potong dadu dingin, rockmelon (blewah), serta buah yang dijual dalam bentuk potongan dan salad buah.

Siapa yang berisiko terkena?

Wanita hamil dan janin, bayi baru lahir, para lansia, dan orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah (misalnya: yang sedang menjalani pengobatan kanker atau pengobatan dengan steroid, dan penderita diabetes, penyakit ginjal, penyakit hati, serta infeksi HIV).

Bagaimana cara pencegahannya?

Untuk mencegah listeriosis:

  • hindari makanan berisiko tinggi (seperti dijelaskan di bawah)
  • masak makanan mentah dari sumber hewani, seperti daging sapi, domba, babi, atau unggas secara menyeluruh
  • cuci sayuran dan buah mentah baik-baik sebelum dimakan
  • pisahkan daging mentah dari sayuran, makanan matang, dan makanan siap santap (dengan kata lain, jangan biarkan darah dari daging mentah bersentuhan dengan makanan lain)
  • gunakan talenan terpisah untuk daging mentah dan makanan yang siap dimakan (misalnya, makanan matang dan salad)
  • cuci tangan sebelum dan sesudah menyiapkan makanan
  • cuci pisau dan talenan setelah memegang makanan mentah
  • cuci tangan Anda setelah memegang hewan
  • makanan yang mudah rusak sebaiknya disimpan dalam lemari es yang dingin (kurang dari 5 derajat Celsius) dan dicuci serta dimakan sesegera mungkin.

Orang yang berisiko tinggi terkena listeriosis sebaiknya tidak memakan:

  • rockmelon
  • buah yang sudah dipotong atau buah yang sudah disiapkan, termasuk salad buah (yang sudah dikemas, dari meja prasmanan atau dari bar salad)
  • salad dingin dalam kemasan, termasuk coleslaw (dalam kemasan, dari meja prasmanan atau dari bar salad)
  • sayuran beku, kecuali jika dimasak
  • ayam dingin yang sudah dimasak sebelumnya (utuh, potongan atau dipotong dadu)
  • daging olahan dingin (diiris di toko, dikemas sebelumnya, atau dari bar sandwich)
  • paté atau olesan daging/hati
  • makanan laut mentah
  • makanan laut yang diasapi (misalnya, salmon asap), kecuali jika dimasak dan disajikan panas
  • makanan laut dingin (misalnya, udang siap makan)
  • susu atau produk susu yang tidak dipasteurisasi
  • keju lunak seperti brie, camembert, ricotta, atau blue-vein (kecuali dimasak dan dimakan selagi panas)
  • es krim soft serve
  • benih yang berkecambah

Bagaimana cara mendiagnosisnya?

Diagnosis listeriosis dapat dipastikan melalui tes darah atau tes lain yang diminta oleh dokter.

Bagaimana cara mengobatinya?

Penanganannya meliputi antibiotik dan terapi suportif. Ketika infeksi terjadi selama kehamilan, antibiotik biasanya dapat mencegah infeksi pada janin atau bayi baru lahir. Biarpun dengan perawatan cepat, ada infeksi yang mengakibatkan kematian pasien, terutama pada lansia dan penderita masalah medis serius lainnya.

What is the public health response?

Apa tanggapan lembaga kesehatan masyarakat untuk kasus penyakit ini?

Laboratorium harus melaporkan kasus listeriosis ke unit kesehatan masyarakat setempat.

Staf unit kesehatan masyarakat akan mewawancarai dokter dan pasien (atau keluarga) untuk mengetahui bagaimana infeksi terjadi.

Otoritas Pangan NSW, bekerja sama dengan NSW Health, bertanggung jawab atas penyelidikan terhadap lingkungan jika terjadi listeriosis.

Jika Anda berisiko terkena listeriosis dan memiliki pertanyaan, Anda harus menghubungi penyedia layanan kesehatan atau unit kesehatan masyarakat setempat.

Sumber informasi tambahan

Untuk saran lebih lanjut, hubungi Layanan Penerjemahan dan Juru Bahasa (TIS) di 131 450 untuk dukungan bahasa secara gratis dan terjaga kerahasiaannya. Beri tahu mereka bahasa Anda dan siapa yang ingin Anda hubungi:

Food Standards Australia New Zealand (​​FSANZ) Listeria

Current as at: Thursday 18 December 2025
Contact page owner: One Health